Everything About CO-ED School in Bahasa Indonesia

[FANFICTION] The Autumn (Part 2)

Tittle : The Autumn (part 2)

Author : Adella Mahadewi

Genre : romance

Cast : Hyoyoung, Sungmin, Noori, Hwayoung (T-ara), Lee Minho

———————————————————————————————-

-15 menit kemudian-

 

“Nah, Hyoyoung, saya sudah selesai meriasmu,” kata Anna.

“Terima kasih ya,” kata Hyoyoung.

“Ya. Sama-sama,” kata Anna lagi.

 

-selesai syuting-

 

Syutingnya pun berjalan cukup.. Oh tidak. Maksud dia tidak bagus. Selama syuting si Choi Sungmin itu terlihat sangat menyebalkan. Mukanya itu terlihat seperti orang yang tidak niat. Huh! Itu sangat sangat menyebalkan. Andai dia bisa memutar waktu, pasti dia (Hyoyoung) akan memohon pada Mr. Lee Min Ho untuk menjadikan Noori pasangannya. Dia sungguh tidak suka pada Choi Sungmin. Sikapnya itu sangat sangat menyebalkan. Tapi itu hanya harapan Hyoyoung saja. Sayangnya harapannya itu tidak terkabul. Oh ya, selain bermain dengan Choi Sung Min dan Kang In Oh (Noori) disini dia (Hyoyoung) juga bermain dengan Jin Hye Won, Lee Soo Mi, Heo Chan Mi, Lee Kwang Haeng, dan Woo Tae Woon. Dan, Yukko juga sangat menyukai mereka semua. Tunggu! Yukko?! Ah ya ampun! Dia lupa memberitahu Yukko kalau dia sudah sampai di Seoul. Yukko pasti akan marah besar padanya. Itu artinya, Hyoyoung harus menelponnya sekarang juga!

 

“Halo Yukko,” kata Hyoyoung di telepon.

“Hyoyoung? Kenapa kau baru menelponku sekarang? Bukankah seharusnya kau sampai di Seoul pukul 12.00?” tanya Yukko.

“Maaf. Jadwalku padat. Jadi aku baru bisa menelponmu sekarang,” jawab Hyoyoung.

“Ya. Tidak apa-apa,” kata Yukko.

“Oh ya, kenapa tidak kau yang menelponku saja?” tanya Hyoyoung.

“Pulsaku habis,” jawab Yukko.

“Oh,” kata Hyoyoung.

“Kapan kau kembali ke Jepang?” tanya Yukko.

Hyoyoung mengangkat bahu. “Entahlah,” jawab Hyoyoung.

“Hyoyoung, mangaku sudah selesai!” seru Yukko.

“Benarkah? Wah. Aku ikut senang. Kau tau, aku ingin sekali membaca mangamu itu,” kata Hyoyoung.

“Aku akan mengirim mangaku itu ke sebuah komik yang menerbitkan banyak komik juga. Seperti Nakayoshi. Mudah-mudahan termuat. Jika itu diterbitkan di Seoul, kau bisa membacanya secepatnya!” seru Yukko.

“Oh ya? Semoga termuat ya. Kudoakan,” kata Hyoyoung.

“Terima kasih atas doanya. Sudah dulu ya. Aku mau pergi dengan teman-temanku,” kata Yukko.

“Ok. Bye,” kata Hyoyoung.

“Bye,” kata Yukko sambil menutup telepon.

 

“Aktingmu bagus juga nona Ryu Hyoyoung,” kata seseorang di ambang pintu ruang tunggu.

Oh ya ampun. Suara itu. Pasti itu si Choi Sungmin yang sangat menyebalkan! Huh! Untuk apa dia kesini?

“Untuk apa kau kesini?” tanya Hyoyoung tanpa melihat ke arah Sungmin.

“Hanya melihat keadaanmu. Sepertinya kau tampak muram. Ada apa denganmu nona?” tanya Sungmin.

Ya ampun. Kenapa dia bisa membaca wajahnya yang muram? Padahal wajahnya itu sudah dipaksa-paksa untuk menampilkan wajah yang ceria.

“Hei! Jawab pertanyaanku!” seru Sungmin.

“Iya iya. Aku cuma ada masalah dengan seseorang yang menyebalkan,” jawab Hyoyoung.

“Oh?” kata Sungmin.

“Ya. Dan tentu saja dia membuat aku jadi muram seperti ini. Orang itu sungguh-sungguh menyebalkan,” kata Hyoyoung.

“Boleh aku tau orangnya?” tanya Sungmin.

“Tidak tidak. Tentu saja tidak,” jawab Hyoyoung.

“Huh. Dasar pelit,” kata Sungmin.

“Ini masalah pribadiku!” seru Hyoyoung ketus.

“Baiklah baiklah,” kata Sungmin.

“Huh,” gumam Hyoyoung.

“Ya sudah. Aku pergi dulu ya. Annyeong Hyoyoung,” kata Sungmin sambil berdiri dari tempat duduk dan berjalan menjauhi Hyoyoung.

“Annyeong,” kata Hyoyoung lirih.

 

“Hyoyoung,” panggil Hyewon.

“Hah?! Apa? Ada apa?” tanya Hyoyoung.

 

“Kok kamu melamun terus? Ada apa?” tanya Hyewon.

“Mmm? Sedang memikirkan seseorang yang menyebalkan,” jawab Hyoyoung.

“Nuguseyeo?” tanya Hyewon.

“Ini rahasia ya,” kata Hyoyoung.

“Ne. Tentu saja,” kata Hyewon.

“Choi Sungmin,” kata Hyoyoung.

“Choi Sungmin? Ada apa dengannya?” tanya Hyewon heran.

“Menurutku dia itu menyebalkan. Sangat menyebalkan,” jawab Hyoyoung.

“Begitukah?” tanya Hyewon.

“Ya. Tapi itu menurutku,” jawab Hyoyoung.

“Ohahahaha,” Hyewon pun tertawa.

“Hyewon, teddy bear putih yang besar itu punyamu?” tanya Hyoyoung.

“Ne. Pemberian ayahku. Aku menamainya Kyuhyun,” jawab Hyewon.

“Kyuhyun?” tanya Hyoyoung lagi.

“Ne. Cho Kyuhyun. Dia anggota BoyBand Super Junior,” jawab Hyewon.

“Jadi, kau suka pada si Kyuhyun-kyuhyun itu?” tanya Hyoyoung.

“Tentu saja. Kalau tidak, aku tidak mungkin menamainya Kyuhyun,” jawab Hyewon.

“Oh. Ya sudah. Ayo tidur. Besok kita harus syuting lagi,” kata Hyoyoung.

“Ne,” kata Hyewon.

 

“Kamu Ryu Hyoyoung ya?” tanya seorang yeoja. Kalau tidak salah namanya Lee Soomi.

“Ne. Kamu Lee Soomi kan?” Hyoyoung balik bertanya.

“Ne,” jawab Soomi.

“Hyoyoung ssi, aku Chanmi. Heo Chanmi,” kata seorang yeoja yang bernama Chanmi.

Rasanya dia (Hyoyoung) pernah melihat muka Chanmi dan mendengar nama Chanmi. Dimana ya? Ah. Sudahlah. Lupakan saja.

“Bangapseumnida,” kata Hyoyoung.

“Ne,” kata Chanmi.

“Aku boleh minta tanda tangan kalian bertiga ga?” tanya Hyoyoung.

“Hah?! Apa?!” tanya Hyewon kaget.

“Bukan untukku. Tapi untuk temanku yang tinggal di Jepang. Yukko. Nakayama Yukko. Dia itu ngefans sama kalian semua. Jadi kupikir, dia pasti senang jika aku meminta tanda tangan kalian,” jawab Hyoyoung.

“Hmm.. Baiklah. Kertas dan pulpennya mana?” tanya Chanmi.

“Ini,” jawab Hyoyoung sambil memberikan kertas dan pulpen dari dalam tasnya.

To Be Continued

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s